Journal yang berjudul "Does academic dishonesty relate to unethical behavior in professional practice? An exploratory study" merupakan jurnal yang menarik. Jurnal ini membahas mengenai hubungan kecurangan akademik dengan prilaku pada saat bekerja.
(jurnal bisa di download dengan mengklik Di sini mohon maaf ini hanyak bisa di download jika memiliki account proquest)
saya ingin memberikan pendapat saya, mohon maaf jika tulisan ini secara tidak sengaja menyinggu atau apapun. saya tidak bermaksud untuk menyidir oknum tertentu saya hanya ingin mengutarakan pendapat saya saja.
Pertama-tama jurnal "Does academic dishonesty relate to unethical behavior in professional practice? An exploratory study" menjelaskan bahwa banyak mahasiswa jurusan tehnik yang berbuat kecurangan dalam proses perkuliahan. Jurnal ini juga menyediakan data-data yang di ambil untuk penjelasan dan data.
Pendapat saya, kenyataannya hampir tidak ada orang yang tidak pernah melakukan kecurangan dalam pelajaran. Kecurangan telah di lakukan sejak kecil, karena sering di lakukan kecurangan menjadi sebuah kebiasaan. Berjalanlah kecurangan itu dari SD, lalu SMP, SMA. Saat smp dan sma lebih besar lagi kemungkinan berbuat curang karena adanya Ujian Akhir Nasional (UAN). banyak orang berkata dan sebagaimana di katakan di jurnal itu bahwa mereka berbuat curang karena banyaknya tekanan, seperti materi yang banyak, susah, guru atau dosennya tidak menyenangkan. menurut saya itu hanyalah alasan pembenaran diri untuk berbuat curang. Itu tindakan munafik.
Berbuat curang itu sama sekali tidak menguntukan, mungkin awalnya banyak mendapatkan nilai yang baik. tetapi kenyataannya orang-orang yang berbuat curang itu tidak mengerti materi tersebut. kebiasaan untuk berbuat curang itu pun berjalan terus, manusia menjadi condong untuk hanya mencari yang instan-instan saja. Ingin hidup enak tetapi tidak ingin berusaha untuk mendapatkannya. Hal ini menjuruskan manusia untuk korupsi, menyuap, dan tindakan-tindakan yang lain.
oleh karena itu sebagai genarasi muda bangsa indonesia, ayo kita hentikan kecurangan akademik. Hal itu tidak menguntukan untuk kita dan juga agar kebiasaan berbuat curang itu tidak menurun ke pada anak kita nanti.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar